Bersahabat dengan Morning Sickness

 
 
MK.COM – Kehamilan adalah anugerah yang luar biasa dari sang Kholiq bagi kaum hawa. Akan tetapi tidak setiap perempuan merasakan kehamilan kemudian mendapatkan amanah menjadi seorang ibu. Allah subhanahu wa ta’ala telah menjanjikan ladang pahala yang besar bagi perempuan yang mengandung dengan susah payah, melahirkan lalu menyusui dan merawat anak-anaknya. Jadi teman-teman muslimah, khususnya yang telah menjadi seorang ibu, sudah selayaknya bersyukur atas kodrat yang telah diberikan Allah ini.
 
Namun sobat muslimah, tidak setiap kehamilan dapat dijalani dengan nyaman lho.. Pada trimester pertama banyak yang mengalami morning sickness berupa gejala mual muntah, bahkan bila berlebihan dapat terjadi hiperemesis gravidarum atau muntah berlebih yang berakibat pada turunnya berat badan ibu secara drastis. Pada trimester kedua umumnya ibu hamil lebih enjoy menjalaninya. Namun memasuki trimester ketiga seiring bertambah besarnya kehamilan, ibu dapat mengalami konstipasi, bolak-balik ke toilet untuk buang air kecil, kaki bengkak atau kram, dan sulit untuk tidur nyenyak. Flek atau perdarahan juga bisa dialami ibu hamil baik pada trimester pertama, kedua maupun ketiga yang bila tidak segera ditangani dapat mengakibatkan keguguran.
 
Nah, saat ini yang akan kita bahas adalah morning sickness. Bagaimana kita bisa menjalani morning sickness dengan sukses dan bersahabat dengan kondisi yang satu ini.
 
Morning sickness adalah gejala yang umum dialami oleh ibu hamil terutama pada trimester pertama, di mana sekitar 50-90% ibu hamil mengalami kondisi ini. Sepuluh persen diantaranya ada yang berlanjut hingga trimester kedua. Mual dan muntah terjadi pada 60-80% primi gravida (kehamilan pertama) dan 40-60% pada multigravida (kehamilan yang kedua, ketiga, dan seterusnya). Kondisi ini seringkali mengkhawatirkan sebagian besar ibu dan keluarga.
 
Bagaimana tidak, ibu akan sering merasa tidak enak badan, mudah lelah, malas beraktivitas, sering pusing, hingga mual muntah yang membuat makanan yang dimakan dikeluarkan kembali. Gejala ini kurang lebih terjadi 6 minggu setelah HPHT (hari pertama haid terakhir) dan berlangsung selama kurang lebih 10 minggu. Oya, meskipun namanya morning sickness, namun gejalanya bisa dialami baik pada pagi, siang, sore atau malam hari.
 
Morning sickness ini adalah hal yang alamiah terjadi pada ibu hamil. Ada beberapa mekanisme dalam tubuh yang berperan dalam terjadinya gejala morning sickness, di antaranya:
 
1. Peningkatan kadar hormon progesteron. Peningkatan hormon ini menyebabkan gerakan lambung lebih lambat, sehingga waktu transit makanan lebih lama. Hal ini akan memicu rasa mual bahkan muntah. Selain itu pembesaran uterus/rahim juga dapat menekan diafragma (sekat antara rongga dada dan perut), lambung dan usus, sehingga terjadi penurunan gerakan peristaltik.
 
2. Peningkatan hormon HCG (Human chorionic gonadotropin). Hormon plasenta ini dapat memicu pusat mual yaitu chemoreceptor trigger zone sehingga menyebabkan mual dan muntah saat hamil.
 
3. Peningkatan hormon estrogen dan penurunan hormon TSH (Thyrotropin-Stimulating Hormone) juga dianggap berhubungan dengan peningkatan kadar asam lambung.
 
4. Infeksi Helicobacter pylori. Pada beberapa penelitian diduga infeksi H.pylori berkaitan dengan kejadian hiperemesis gravidarum pada wanita hamil.
 
Selain 4 mekanisme di atas, terdapat faktor yang turut mempengaruhi mual muntah pada ibu hamil, yaitu kondisi psikososial. Kondisi yang dimaksud misalnya kehamilan yang tidak direncanakan, tidak nyaman atau tidak diinginkan, beban pekerjaan juga dapat menyebabkan gangguan batin dan konflik. Perasaan bersalah, marah, ketakutan dan cemas malah akan menambah gejala fisik yang dialami.
 
Oya pada saat hamil kepekaan indera penciuman juga meningkat secara tajam, sehingga beberapa bau makanan atau bumbu masak yang beraroma tajam juga dapat memicu mual muntah.
 
Mungkin di antara kita pernah bertanya, kenapa sih ibu hamil harus mengalami morning sickness? Bisakah kita menghindarinya saat hamil? Yang pasti ini salah satu ketentuan dari Allah yang mau tidak mau, suka tidak suka harus diterima sebagai ujian awal di masa kehamilan. Beberapa penelitian, salah satunya yang dilakukan oleh Dr.Ronna L. Chan dan timnya menunjukkan bahwa perempuan yang mengalami keluhan morning sickness justru jarang mengalami keguguran. Beberapa ahli juga menilai bahwa gejala mual dianggap mendorong kehamilan yang sehat karena membuat ibu hamil mengonsumsi makanan lebih sedikit. Dengan begitu, secara tidak langsung mual juga menurunkan risiko paparan toksin dari makanan pada janin. Di samping itu, penelitian juga menunjukkan bahwa pengurangan asupan makanan pada ibu hamil dapat menurunkan kadar insulin yang beredar sekaligus mendorong pertumbuhan plasenta. Ternyata ada hikmah di balik cobaan bukan? 😇
 
Lalu bagaimana agar dapat melalui morning sickness dengan sukses? Ada beberapa tips yang bisa ibu hamil jalankan, yaitu:
 
1. Makan dalam jumlah sedikit tapi sering karena makan dalam porsi besar malah akan membuat mual bertambah.
 
2. Makan makanan yang tinggi karbohidrat dan protein.
 
3. Banyak mengonsumsi buah dan sayuran.
 
4. Di pagi hari sewaktu bangun tidur, sebaiknya tidak langsung terburu-buru bangun, cobalah duduk dahulu dan baru perlahan berdiri bangun.
 
5. Bila perlu sediakan snack di dekat tempat tidur agar sewaktu bangun tidur dapat dimakan bila merasa mual. Bisa jadi mual tersebut disebabkan oleh peningkatan asam lambung yang menandakan kondisi lambung kita perlu diisi makanan.
 
6. Menghindari makanan yang berlemak, berminyak dan pedas yang akan memperburuk rasa mual.
 
7. Minum yang cukup untuk menghindari dehidrasi akibat muntah. Minumlah air putih ataupun jus dan hindari minuman yang mengandung kafein dan karbonat.
 
8. Minum vitamin B6 juga cukup efektif untuk mengurangi rasa mual pada ibu hamil. Sebaiknya konsultasikan dahulu dengan dokter atau bidan untuk dosis pemakaiannya.
 
9. Menghindari makanan atau bau-bauan yang dapat memicu rasa mual.
 
10. Menghirup udara segar dengan berjalan-jalan di luar rumah pada pagi hari atau sore hari. Jangan lupa untuk membuka jendela agar sirkulasi udara di dalam rumah baik.
 
11. Menjauhlah dari asap rokok. Sebisa mungkin jangan ada anggota keluarga yang merokok di dalam rumah. Ibu hamil tentunya juga tidak boleh merokok karena membahayakan janinnya.
 
12. Pengobatan tradisional dengan jahe juga bisa kita gunakan saat mual. Penelitian di Australia menyatakan bahwa jahe dapat digunakan untuk mengatasi rasa mual dan aman untuk ibu dan janin. Jahe yang dikonsumsi bisa berupa minuman atau bisa juga dalam bentuk permen sehingga lebih praktis dibawa kemana-mana.
 
13. Istirahat dan relaksasi akan sangat membantu dalam mengatasi rasa mual muntah. Sebaliknya stres hanya akan memperburuk rasa mual.
 
Nah, sobat muslimah. Kesimpulannya, marilah kita hadapi kehamilan dengan bahagia. Selain itu kurangilah stres dan percayalah bahwa badai pasti berlalu. Morning sickness adalah tantangan atau ujian awal kehamilan yang harus dilalui bukan ditakuti. Masing-masing kita In sya Allah lebih tahu bagaimana membuat suasana hati dan pikiran lebih tentram, tenang, dan bahagia. Jadi sobat, yuk kita bersahabat dengan morning sickness. Salam sehat 😊
 
Oleh : dr. Nur Laila Fitriati Ahwanah (Member Komunitas Muslimah Kreatif)
 

Rate this article!