Ketahanan Pangan Mulai dari Halaman

MK.COM – Rasulullah SAW memotivasi seorang muslim untuk memakmurkan diri sendiri dan orang-orang setelahnya melalui kegiatan bercocok tanam. Bercocok tanam bisa dilakukan baik pada lahan mereka sendiri atau saudaranya. Hal ini juga berkaitan dengan peran manusia sebagai khalifah di bumi untuk bisa memakmurkan dan mengurus bumi serasi dengan memaksimalkan potensi yang ada di bumi.

Para sahabat Rasulullah  SAW seperti Utsman bin Affan, Abu Darda, Abadurrahman bin Auf memahami kegiatan bercocok tanam sebagai islah atau melakukan perbaikan pada bumi. Mulai dari halaman kita bisa memulai bercocok tanam dan mencoba memenuhi kebutuhan kita sendiri. Jika berlebih bisa kita berikan kepada tetangga atau jangkauan yang lebih luas lagi.

Ketahanan pangan keluarga adalah cikal bakal ketahanan pangan negara. Selain itu apa yang kita tanam juga menjadi sedekah kepada semua makhluk yang menikmatinya, baik mikroorganisme di dalam tanah, serangga, burung dan lainnya.

Jika kita lihat ke belakang pada masa khalifah Umar Bin Abdul Aziz. Meskipun hanya dua tahun, namun swasembada pangan tercapai sehingga seluruh rakyatnya sejahtera. Padahal luas wilayahnya tiga kali lipat lebih luas dari wilayah Indonesia. Hal tersebut dikarenakan kebijakan khalifah Umar Bin Abdul Aziz agar melakukan cocok tanam pada tanah yang dimiliki rakyatnya serta mengatur tanah-tanah yang digunakan untuk kegiatan cocok tanam. Di sinilah peran negara dalam ketahanan pangan, yakbi negara dianggap mampu mengurusi negara dan mengoptimalkan seluruh sumber daya alam untuk kesejahteraan rakyat.

Yuk kita mulai mandiri pangan dari halaman![]

Penulis: Andani Diah Kusumawati (Editor @agriquran)

Visualis : Evi F

Rate this article!
Tags: