Penggolongan Obat-obatan

MK.COMHidup di zaman yang serba modern ini, memaksa kita untuk aktif lebih ekstra. Apalagi yang sibuknya minta ampun kayak muslimah tangguh yang harus mengurus dakwah disamping kesibukan akademik. Apatah lagi pada mereka yang telah berumahtangga. Hingga terkadang membuat kekebalan tubuh bisa menurun jika kesibukan tak diimbangi dengan istirahat yang cukup dan mengkonsumsi makanan yang bergizi. Tak bisa dipungkiri bahwa kita sering merasakan sakit pada tubuh kita. Maka yang namanya obat sudah sangat awam dibenak kita.

Beberapa bahan obat dapat dipakai untuk mengurangi sakit kepala, nyeri, demam, bersin, insomnia, keasaman lambung dan mabuk perjalanan. Sedangkan beberapa obat lain dapat meningkatkan semangat dan tekanan darah misalnya. Obat-obat tertentu juga dapat melawan infeksi, membasmi cacing diusus atau bertindak sebagai bahan penawar bagi obat lain.
 
Obat juga dapat digunakan untuk mendiagnosis penyakit seperti kencing manis ketidaknormalan fungsi hati, tuberkulosis atau kehamilan, juga dapat digunakan untuk memenuhi kembali kekurangan tubuh akan antibodi, vitamin, hormon, elektrolit, protein, enzim maupun darah. Selain itu, obat juga dapat digunakan untuk mencegah campak, polio, kehamilan, atau untuk membantu memelihara kehamilan serta memperpanjang kehidupan itu sendiri.
 
Sebenarnya kelompok unsur-unsur obat yang mujarab dan luas pemakaiannya yang tersedia pada masa kini merupakan hasil penyempurnaan ilmiah yang besar. Proses dan penemuan obat cukup rumit dan melibatkan kerjasama penuh antara berbagai ahli pengetahuan termasuk para ahli kimia organik, fisika dan analis kimia, biokimia, bakteriologi, toksikologi, patologi, hingga dokter di klinik.
 
Setiap produk farmasi tertentu merupakan formulasi yang unik tersendiri. Obat harus dijamin kestabilannya, dilakukan beberapa uji kelayakan, hingga uji pelepasan zat aktif pada obat tersebut. Begitu hasil produk farmasi dibuat, ia harus diatur dengan tepat, agar si pasien mendapatkan manfaatnya secara maksimum. Obat juga harus diminum dalam jumlah yang cukup pada waktu-waktu tertentu dan untuk jangka waktu yang ditetapkan agar mencapai tujuan pembuatan resep.
 
Pernyataan kekecewaan pasien pada saat penyembuhan atau keluhan terhadap efek samping juga harus dievaluasi begitu ada laporan. Makanya para muslimah harus pintar kritis nih dalam bertindak jika ada efek selain efek penyembuhan pada sakit. Karena efek samping juga ada tindakannya loh..
Nah.. bicara soal obat pembahasannya cukup luas nih. Obat juga digolongkan berdasarkan beberapa jenis.
 
Yang pertama misalnya, penggolongan obat berdasarkan keamanan (Permenkes No. 949/Menkes/Per/VI/2000 tentang Penggolongnan Obat), ada yang namaya obat bebas. Nah obat golongan ini termasuk obat yang relatif aman, dapat diperoleh tanpa resep dokter, selain di apotik, juga dapat diperoleh di warung-warung. Obat bebas ini dalam kemasannya ditandai dengan lingkaran berwarna hijau.
 
Selain itu ada obat bebas terbatas. Nah obat golongan ini juga relatif aman selama pemakainnya mengikuti aturan pakai yang ada. Penandaan obat golongan ini adalah adanya lingkaran berwarna biru dan 6 peringatan khusus. Nah sahabat muslimah jangan sampai lupa ya untuk dibaca peringatan khusus ini pada kemasan obat bebas terbatas.
 
Kemudian ada obat keras. Penandaannya dengan lingkaran merah dengan huruf K di tengahnya. Nah harus diperhatikan nih. Disebut obat keras bukan karena bahannya keras dan sulit dicerna yaa, tapi karena dapat menimbulkan efek yang berbahaya jika tidak memperhatikan dosis, aturan pakai, dan peringatan yang diberikan.
 
Selain obat keras ada juga namanya obat psikotropika, yang mana dapat mempengaruhi aktivitas psikis, dan yang paling penting adalah obat golongan narkotika. Narkotika merupakan golongan obat yang paling berbahaya karena dapat menimbulkan ketergantungan dan toleransi. Obat ini hanya dapat diperoleh dengan resep dokter dan dalam peredaran, produksi, dan pemakainnya narkotika diawasi secara ketat.
 
Obat juga dibedakan berdasarkan jalur pemakaiannya, ada obat luar dan obat dalam. Obat jika dibedakan berdasarkan sumbernya, ada yang berasal dari tanaman, hewan, mineral dan sintesis. Kalau berdasarkan efek yang ditimbulkan namanya antiinfeksi, antijamur, antikanker, dan sebagainya.
 
Ada juga yang berdasarkan bentuk sediaan seperti yang sering kita dengar sediaan padat, cair contohnya sirup, semi padat dan ada juga yang bentuk gas seperti inhaler. Obat juga dibedakan berdasarkan penamaan, kelas terapi dan keamanan jika diberikan selama kehamilan. Betapa spesialnya muslimah hingga obat saja dibedakan atasnya.
 
Nah..sahabat muslimah, dalam penggunaanya obat juga butuh perhatian khusus loh. Jangan sampai salah dan tidak displin dalam pemakainnya karena dapat menimbulkan ketidakcapainya efek obat. Maka dari itu jangan lupa untuk konsultasikan selalu masalah obat pada apoteker, farmasis, dan atau dokter yaa. Semoga bermanfaat.[]
 
Penulis : Aprilia Fatma Ely S.Farm (Member Komunitas Muslimah Kreatif)
Rate this article!
Penggolongan Obat-obatan,0 / 5 ( 0votes )
Tags: