Qarun Milenial

MK.com – Siapa yang tidak mengenal Qarun. Nama ini tertulis abadi di dalam kitab suci nan mulia, Al-Qur’an di dalam Surah Al-Qashash ayat 76-83. Kekesalan dan rasa sakit atas kemiskinan membuat ia lupa siapa dirinya. Ia lupa bahwa dirinya adalah hamba Allah SWT. Ketika hartanya semakin bertambah, kepongahan pun semakin besar. Kesombongan atas limpahan harta menjadikan ia kufur nikmat menuju lembah kehinaan. Kehinaan dunia dan akhirat. Ia menganggap harta adalah segalanya.

Qarun tadinya adalah seseorang pengikut ajaran Nabi Musa As yang taat beragama dan mahir membaca kitab Taurat. Kemudian ia mengadukan perihal kemiskinan kepada Nabi Musa As agar Nabi Musa As berdoa kepada Allah SWT untuk membebaskanya dari kondisinya saat itu. Lalu Nabi Musa pun bermunajat kepada Allah SWT dan mengajari ilmu membuat perhiasan dari emas kepada Qarun. Setelah Qarun menguasai ilmu tersebut, tak lama kemudian kondisi Qarun yang miskin berubah menjadi hartawan.

Namun di luar dugaan, hartanya membuat Qarun hilang arah. Ia menjadi seorang yang lupa diri terhadap Rabbnya. Bagi Qarun, kekayaan yang ia raih selama ini bukan karunia Allah SWT, melainkan karena usaha dan kerja kerasnya. Dari kepandaian bisnisnya itu, Qarun mempunyai harta luar biasa banyak hingga membutuhkan 40 orang laki-laki kekar untuk membawa kunci gudangnya. Di gudangnya tersimpan harta yang sangat melimpah dan tertumpuk begitu saja.

Kelakuan Qarun semakin hari semakin melampaui batas. Ia sering menindas orang miskin. Hartanya ia jadikan renten untuk menguasai harta orang lain. Dengan begitu, kian hari harta semakin banyak dan bertambah-tambah. Semakin bertambah pula kesombongannya. Setiap sore, ia memamerkan hartanya sehingga semua orang yang melihat menjadi iri dengan kekayaan yang dimiliki oleh Qarun.

Di suatu hari, ketika utusan Nabi Musa As meminta zakat, ia pun menolak mentah-mentah dan menghardik utusan Nabi Allah tersebut. Tak sampai di situ, ia pun memusuhi Nabi Musa As dan memfitnah Nabi Musa As. Sikap Qarun sangat melampaui batas dan akhirnya Allah SWT pun mengazabnya. Qarun ditenggelamkan oleh Allah ke perut bumi beserta hartanya.

Kisah Qarun tersebut tertulis indah nan abadi di Al-Qur’an sebagai kenangan dan pelajaran bagi orang-orang beriman.

Demikianlah, kekayaannya tidak membuat Qarun bersyukur. Ia terus-menerus menumpuk harta dan merasa bahwa kekayaannya adalah hasil dari jerih payahnya. Ia gunakan hartanya untuk kesombongan, tak sadar bahwa harta yang ia miliki adalah sebuah cobaan. Dan akhirnya Allah menenggelamkan Qarun beserta hartanya ke dalam bumi hingga tak ada satu harta pun yang tersisa.

Di zaman milenial hari ini, sudah tidak ada lagi Qarun. Ia telah binasa bersama hartanya itu. Namun ternyata ide-ide yang dimiliki Qorun tersemai di sanubari ideologi kapitalisme sekular. Menjadi sebuah sistem kehidupan yang mengagungkan kepuasan materi. Sistem Kehidupan yang melahirkan Qarun-Qarun milenial.

Qarun milenial bisa jadi tak kalah kaya dari Qarun pada zaman Nabi Musa. Jika harta Qarun dulu disimpan dalam gudang penyimpan dan kuncinya diangkat oleh 40 orang laki-laki kekar, maka harta Qarun milenial tersimpan di brankas-brankas baja kokoh di rumah maupun di bank. Tersimpan juga surat-surat berharga dan juga saham.

Bahkan Qarun milenial mengerahkan segala cara untuk meraih kekayaan sampai tujuh turunan. Mengeruk perut bumi tanpa mengindahkan aturan Allah SWT. Merusak lingkungan sampai merendam rumah-rumah rakyat kecil yang berada di sekitarnya. Merugikan dan merusak lingkungan tak menjadi persoalan asalkan pundi-pundi rupiah bisa didapatkan. Jangankan untuk peduli dengan lingkungan, hartanya pun ia gunakan untuk lobi-lobi kekuasan, terjun di kancah politik untuk meraih kekuasaan yang lebih besar lagi. Menguasai undang-undang demi ambisi pribadinya.
Jika Qarun masa Nabi Musa As mengaku karena kepandaian ilmu ia bisa mengumpulkan hartanya, maka Qarun milenial dengan kepandaian politiknya digunakan untuk menguasai aset-aset negara sehingga mampu mengembangkan usahanya. Dengan kepiawaiannya berpolitik, ia utak-atik anggaran negara tanpa mempedulikan uang rakyat. Rakyat hanya dijadikan alat kampanye setelah itu rakyat ditinggal.

Luar biasanya lagi, demokrasi menjadikannya dekat dengan para penguasa. Deal-deal kekuasaan berhasil menjadikannya orang berpengaruh di negerinya. Penjajah kapitalisme pun menjadi tuannya. Melayani segenap kepentingan penjajah untuk menambah pundi-pundi kekayaannya. Hingga penjajah secara leluasa bisa mengeruk dan menguasai kekayaan alam negeri tercinta.

Itulah Qarun milenial, tercipta dari akidah sekular yang memisahkan agama dari kehidupan. Qarun-Qarun milenial di dunia ini banyak jumlahnya, buah dari sistem kapitalisme yang merajai dunia.

Jika sudah begitu adanya, tunggulah sampai Allah SWT memberikan keputusan-Nya. Dan menurunkan azab-Nya kepada Qarun milenial. Kalaupun tidak di dunia, di akhirat kelak akan dimintai pertanggung jawaban.[]

Penulis : Alin FM (Praktisi Multimedia dan Penulis)

 

Rate this article!
Qarun Milenial,0 / 5 ( 0votes )