Hamzah al-Qath’i

 
MK.COM – Assalamu’alaikum sobat KMK, kayfa halukunn? Semoga senantiasa sehat dalam taat. Long time no see, right? Walaupun gitu, bukan berarti pelajaran sebelumnya dilupakan yaaa.. ^^ Melanjutkan pembelajaran kita, setelah membahas hamzah al-washli, kali ini kita mau kenalan sama yang namanya hamzah al-qath’i.
 
Hamzah al-qath’i adalah hamzah mutaharrikah (hamzah berharakat) yang ada ketika dilafalkan dan dituliskan, di manapun posisinya dalam kata (di awal, di tengah, di akhir). Berbeda dengan hamzah al-washli, hamzah al-qath’i adalah huruf yang ditulis dan dibaca (يُكْتَبُ وَيُنْطُقُ). Hamzah qath’i ditulis seperti ini: أ، إ، ؤ، ئ, untuk membedakannya dengan hamzah al-washli. Hamzah al-qath’i ini bisa terdapat pada kata benda (اِسْمٌ), kata kerja (فِعْلٌ) dan huruf (حَرْفٌ). Yuk kita bahas satu-persatu!
 
Hamzah al-qath’i pada isim.
 
Pada dasarnya, semua isim yang diawali hamzah menggunakan hamzah al-qath’i, kecuali pada isim yang sepuluh (الأَسْمَاءُ الْعَشَرَةُ), yaitu: اِسْمٌ، اِسْتٌ، اِثْنَانِ، اِثْنَتَانِ، اِبْنٌ، اِبْنَةٌ، اِمْرُؤٌ، اِمْرَأَةٌ، اِبْنُمُ، اِيْمُنُ.
 
Hamzah al-qath’i pada fi’il.
 
– Fi’il madhi (kata kerja lampau) 4 huruf yang berwazan أَفْعَلَ. Contoh:أَرْسَلَ (dia telah mengutus),أَخْرَجَ (dia telah mengeluarkan).
 
– Fi’il mudhari’ (kata kerja sekarang) yang diawali hamzah mudhara’ah (kata ganti orang pertama tunggal). Contoh: أَقْرَأُ (saya sedang membaca), أُخْرِجُ (saya sedang mengeluarkan), أَتَعَلَّمُ (saya sedang belajar).
 
– Fi’il amr (kata kerja perintah) 4 huruf yang berwazan أَفْعِلْ. Contoh: أَرْسِلْ (utuslah),أَخْرِجْ (keluarkanlah).
 
– Fi’il madhi tsulatsi (kata kerja lampau yang berasal dari 3 huruf) bina’ bahmuz (yang ada huruf hamzahnya). Contoh: أَكَلَ (dia telah makan), سَأَلَ (dia telah bertanya).
 
Hamzah al-qath’i pada harf:
 
Semua harf yang mengandung hamzah adalah hamzah al-qath’i, kecuali ال at-ta’rif (yang menandakan suatu isim ma’rifah. Contoh: إِلَى (ke …), إِنَّ (sesungguhnya).
 
Nb: Di manapun posisinya, hamzah al-qath’i selalu dibaca. Bandingkan dengan hamzah al-washli berikut ini!
 
Hamzah al-qathi:
وَأَقِيْمُوا الصَّلَاةَ (Dan dirikanlah shalat!)
Walaupun didahului huruf wawu, hamzah tetap dibaca sebagaimana adanya.
 
Hamzah al-washli:
وَاضْرِبْ بِّعَصَاكَ (Dan pukullah dengan tongkatmu!)
 
Karena didahului oleh huruf wawu, hamzah dianggap tidak ada, sehingga cara membacanya: wadhrib, bukan wa-idhrib.
Fahimtunn? 🙂
 
Oleh: Phity Fitriyani (Member Komunitas Muslimah Kreatif)

Rate this article!
Hamzah al-Qath’i,0 / 5 ( 0votes )